New Services

VNAB Verifikasi Negara Asal Barang

Dasar Hukum

  • Permendag. 111 Tahun 2018 tentang Origin Declaration
  • Permendag. 25 Tahun 2018 tentang IPSKA
  • Permendag. 77 Tahun 2014 tentang Rules of Origin

Latar Belakang

  1. Surat Keterangan Asal (SKA) merupakan dokumen penyerta ekspor barang Indonesia yang harus memenuhi kaidah dan kriteria sebagaimana ditetapkan berdasarkan perjanjian bilateral, regional, multilateral maupun unilateral.
  2. Penerbitan SKA dilakukan karena diwajibkan oleh negara tujuan ekspor ataupun oleh Indonesia (untuk produk tertentu).
  3. Penyalahgunaan SKA untuk produk bukan dari Indonesia (praktek origin-fraud transshipment) sehingga terjadi penolakan atas SKA Indonesia.
  4. Sesuai dengan Jurnal Studi WCO, 80% anggota WCO meragukan SKA yang berdasarkan deklarasi, sehingga 51% negara anggota mengusulkan verifikasi perlu dilakukan oleh otoritas kompeten seperti :
    • kamar dagang (chambers of commerce),
    • kementerian perdagangan/ industri, dan
    • badan berwenang lainnya.
  5. Menjawab kepercayaan atas perpanjangan Fasilitas GSP dari USA, dimana di negara lain (India, Turki, dan Thailand) fasilitas ini tidak diperpanjang.

Manfaat VNAB

Bagi Pemerintah Indonesia

  1. Meningkatkan trust dari pemerintah USA (Tidak lagi menjadi objek review oleh USA).
    • Dengan mekanisme VNAB, barang dalam proses penerbitan SKA akan berdasarkan pada hasil pemeriksaan lapangan bukan deklarasi.
  2. Menstimulus Pendirian Industri di Indonesia melalui mekanisme VNAB akan meminimalisasi potensi terjadinya origin-fraud transhipment.
    • Diharapkan pelaku usaha yang selama ini melakukan praktik origin-fraud transhipment akan sepenuhnya memproduksi di Indonesia.
  3. Memiliki Database Export USA-GSP.
  4. Terselenggaranya sistem pelaporan yang akuntabel dan tersedianya basis data secara cepat, tepat, dan akurat.

Bagi Pelaku Usaha (Exportir Indonesia)

  1. Iklim usaha yang kondusif.
  2. Pelaku usaha yang benar-benar memproduksi barangnya di Indonesia terlindungi dari persaingan dari pelaku usaha yang melakukan praktik origin-fraud transhipment.
  3. Kepastian data untuk permohonan pengajuan SKA sesuai dengan HS Code yang terkait dengan GSP.
  4. Akses informasi mengenai fasilitas internasional yang berlaku saat ini untuk kebutuhan ekspor.
  5. Peluang mendapatkan pasar USA yang lebih optimum.

Dalam rangka mendukung akselerasi ekspor Indonesia dalam pemanfaatan Generalized System of Preferences dari Amerika Serikat (USA), kegiatan awal VNAB akan dilakukan untuk mendukung GSP Amerika-Indonesia terhadap 3,572 HS Code/ Pos Tarif.

USTR - (Pada Tahun 2019 hanya terealisasi sebanyak 729 HS).

Service Level Agreement (SLA)

Laporan VNAB dan Database dapat diakses oleh Eksportir (Indonesia), Importir (Luar Negeri), dan Kementerian Perdagangan secara online

Laporan VNAB akan tersedia bersamaan dengan diterbitkannya e-SKA oleh IPSKA

Bantuan dan Informasi Lebih Lanjut

Untuk pertanyaan lebih lanjut seputar VPTI, kami menyediakan call-center 1500576 dan e-mail di cs_kso@scisi.com;

cogenvelopeuserphonemaplaptop-phonebriefcasearrow-right-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram